«

Feb 16

Penyakit Menular Seksual

Pengertian PMS adalah Merupakan salah satu penyakit infeksi saluran reproduksi (ISR)yang ditularkan melalui hubungan kelamin. Kuman penyebab PMS berupa jamur,virus dan parasit. Perempuan lebih mudah terkena ISR dibanding laki-laki, disebabkan karena anatomi alat reproduksi laki-laki dengan perempuan berbeda.

Cara penularan PMS & HIV/AIDS melalui :
 Hubungan seksual yang tidak terlindungi, baik melalui vagina,anus,maupun oral
 Penularan dari ibu ke janin selama kehamilan (HIV/AIDS,herpes,sifilis) pada persalinan (HIV/AIDS,gonore,klamidia), sesudah BBL (HIV/AIDS)
 Melalui transfusi darah,suntikan atau kontak langsung dengan cairan darah/produk darah lainnya (HIV/AIDS).
MACAM-MACAM PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS)
1. GONOREA
 Penyakit infeksi yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoe
 Patogenesis
 N.Gonore menginfeksi daerah dengan mukosa epitel yang belum berkembang misal pada vagina wanita sebelum pubertas
 Umumnya penularan melalui hubungan kelamin

Gonorea Pada Pria

Manifestasi Klinik Gonorea :
 Masa inkubasi pada laki-laki antara 2-5 hari(kadang lebih lama) tetapi pada wanita masa inkubasi sulit ditentukkan karena pada umumnya asimtomatik
 Tempat masuknya kuman pada laki-laki diuretra menyebabkan uretritis
 Keluhan : rasa gatal,panas disekitar orificium uretra eksternum disuria, nyeri saat ereksi
 Pada pemeriksaanà orificium uretra eksternum merah,edema dan ektropion
 Gambaran klinis dan perjalanan penyakit pada wanita berbedaà karena perbedaan anatomi dan fisiologi alat kelamin ke-2 nya
 Pada wanita infeksi pada mulanya hanya mengenai serviks uteri,kadang2 keluhan berupa rasa nyeri pada pinggul bawah
 Pada pemeriksaanà serviks tampak merah dengan erosi dan sekret mukopurulen
Pemeriksaan Penunjang Gonorea :
 Sediaan langsungàdengan pewarnaan gram
 Kultur (pembiakan)
 Tes thomsonà menampung urine pagi dalam 2 gelas (untuk mengetahui sampai dimana infeksi sudah berlangsung)

Penatalaksanaan Gonorea adalah :
 Pengobatan pada pasangan seksual tetapnya
 Memberikan pendidikan dan penjelasan pada penderita seksual misalnya bahaya PMS,komplikasinya,pentingnya pengobatan,cara penularan PMS,hindari hubungan seks sebelum sembuh,pakai kondom jika dapat dihindari
2. TRIKOMONIASIS
– Infeksi saluran urogenital yang dapat bersifat akut/kronik yang disebabkan oleh Trichomonas Vaginalis
– Patogenisis
Trikomoniasis vaginalis menyebabkan peradangan pada dinding saluran urogenital dengan cara invasi mencapai jaringan epitel dan subepitel
Hasil pemeriksaan inspekulo trikomoniasis vaginalis

Manifestasi Klinik :
• Masa inkubasi 4 hari sampai 3 minggu
Pada wanita
Terutama mengenai dinding vagina didaerah forniks posterior
Gejala akutà cairan vagina seropurulen warna kekuningan/kuning hijau,berbau tidak enak dan berbusa,dinding vagina dikenal dengan Strawberry Appearance
Gejala kronikà lebih ringan dan sekret tidak berbusa
Pada Laki-Laki
Biasanya mengenai uretra & gambaran klinisnya lebih ringan
Gejala akutàdisuria,poliuria,sekret uretra mukopurulen,kadang-kadang pada urin terdapat benang-benang halus
Gejala Kronikà gatal pada uretra,disuria,urin keruh pada pagi hari
Pemeriksaan penunjang
Mikroskopik sediaan basahà dengan gram faal akan terlihat gerakan aktif parasit yang masih hidup
Mikroskopik sediaan apusàdipulas dengan giemsa/gram dan lebih bersifat gram negatif
Mikroskopik pembiakanàmenggunakan bermacam-macam benih yang mengandung serum
Penatalaksanaan :
Pengobatan secara topikal dan sistemik
Anjurkan terhadap pasangan sexnya untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan
Tidak berhubungan sexual selama pengobatan sebelum sembuh

3. Vaginosis Bakterialis
Etiologi: Disebabkan oleh Gardnerella vaginalis
Patogenesis :
– Belum jelas,Gardnerella vaginalis melekat pd dinding vagina
– Manifestasi Klinik :
a. Pada wanita : cairan purulen vagina ringan,melekat pd dinding vagina & berbau amis
b. Gatal,rasa terbakar serta kemerahan dan edema pada vulva
c. Pada pemeriksaan cairan purulen vagina bertambah,warna abu-abu,berbau dan jarang berbusa
d. Pada laki-laki : dapat terjadi prostatitis ringan sampai sedang, gejalanya : hematuria,disuria,polakisuria dan nokturia

4. Kandidosis Vaginalis
Penyakit jamur yang bersifat akut/subakut pada vagina dan juga vulva yang disebabkan oleh kandida albicans
Infeksi ini terjadi jika ada faktor predisposisi :
@ Faktor endogenà imunologik/penyakit genetik,umur(ortu/bayi >mudah terkena),perubahan fisiologik(kehamilan,kegemukan,penyakit kronik)
@ Faktor eksogenàkebersihan kulit,kontak dengan pasangan,penggunaan antibiotik jangka panjang,iklim,panas dan kelembaban
Gambar Penderita Kandidosis Pada Laki-laki

Manifestasi Klinik
 Gejala khas: rasa gatal,keputihan tidak berbau,warna putih keju,pada dinding vagina ada gumpalan keju yang menempel,pada vulva dan vagina terdapat radang,lesi
5. Herpes Simpleks
 Infeksi akut oleh virus herpes hominis tipe I/tipe II
 Manifestasi klinik
1. Masa inkubasi antara 3-7 hr
2. Infeksi primeràberlangsung ±3 mgg disertai gejala demam,anoreksia,pembengkakan getah bening
Tipe Herpes :
1. VHS tipe Iàdidaerah pinggang keatas terutama didaerah mulut dan hidung
2. VHS tipe IIàdaerah pinggang kebawah terutama daerah genital
# Cara hubungan sex urogenitalàmenyebabkan herpes pada genital yang disebabkan VHS tipe II & menyebabkan herpes pada mulut dan rongga mulut yang disebabkan oleh VHS tipe I
• Fase laten tidak ada gejala klinis,tetapi VHS dapat ditemukan pada keadaan tidak aktif pada ganglion dorsalis
• Penularan akibat pelepasan virus terus berlangsung meskipun sedikit
• Infeksi rekurens VHS pada ganglion dorsalis mencapai kulit sehingga menimbulkan gejala klinis, dapat dipicu oleh trauma fisik (demam,infeksi,kurang tidur,hubungan seks,ganguan psikis (emosional),menstruasi dan makanan dan minuman merangsang.
Gambar Penderita Herpes Di Daerah Mulut

Herpes Genitalis Pada Kehamilan
 Dapat menyebabkan kelainan dan kematian janin terutama bila terjadi infeksi primer pada saat kehamilan
 Kelainan pada bayiàensefalitis,keratokonjungtivitis/hepatitis, dapat juga timbul lesi pada kulit
 Persalinan sebaiknya secara SC,bila terjadi pada Trimester I abortus,trimester II terjadi prematuritas
 Penatalaksanaanàpengobatan sedini mungkin,sama pada penatalaksanaan pada Gonorea
6. Kondiloma Akuminatum
Merupakan vegetasi oleh virus papiloma humanus(VPH)
Etiologi: VPH
Manifestasi klinik: Masa inkubasi 1-8 bulan, pada laki-laki sekitar anus,glans penis,muara uretra,korpus dan pangkal penis, Pada wanita daerah vulva dan sekitarnya,introitus vagina,portio uteri, fluor albus dan kehamilanàmempercepat pertumbuhan penyakit.

Gambar Penderita Kondiloma Akuminatum Pada Anus/Dubur

7. Ulkus Moli
Penyakit infeksi pada alat kelamin yang akut, disebabkan oleh Haemophilus Ducreyi
Patogenesis : kuman masuk pada daerah yang mudah mengalami abrasi,erosi yang disebabkan oleh trauma,infeksi lain/iritasi
Manifestasi Klinik:
– Masa inkubasi 1-14 hr
– Gejala klinis yang khasà ulkus yang multipel,nyeri dan pernanahan kelenjar getah bening
– Pada laki-laki pada permukaan mukosa preputium,frenulum penis dan batang penis,dapat timbul lesi pada skrotum,uretra,perineum dan anus
– Pada wanita di labia,klitoris,vestibuli,anus dan serviks,ulkus mole pada wanita tidak senyeri pada laki-laki dan keluhan dapat berupa: disuria,nyeri waktu defekasi,dispaurenia
Gambar Hasil Inspekulo Ulkus Moli

• Komplikasi :
Dapat timbul: abses kelenjar inguinal,fistula uretra
@ Penatalaksanaan
Pengobatan sistemik dan lokal
Sama pada penatalaksanaan Gonorea

8. Sifilis
 Penyakit infeksi disebabkan oleh Treponema Pallidum dengan perjalanan penyakit yang kronis,dapat menyerang semua organ tubuh terutama sistem kardiovaskuler,otak dan susunan saraf
 Patogenesis
Penularan melalui kontak langsung dengan lesi yang mengandung treponemaàmasuk ke peredaran darah dan semua organ dalam tubuh
Perkembangan sifilisà dari satu stadium ke stadium berikutnya
• 10-90 hari (umumnya 3-4 minggu) setelah terjadi infeksi
• 1-5 minggu,timbul lesi primer dan kemudian hilang sendiri
• ± 6 minggu (2-6 minggu) terdapat kelainan kulit dan selaput lendir
Sifilis Pada Pria

Klasifikasi :
 Sifilis stadium I
3 minggu (10-90 hr) setelah infeksi timbul lesi pada tempat Treponema pallidum masuk. Lesi umumnya hanya satu lesi akan menjadi ulkus
 Sifilis stadium II
Muncul bila sifilis stadium I sembuh,waktu antara sifilis I dan II umumnya 6-8 minggu,jarang ada rasa gatal
 Sifilis stadium III
Dapat terjadi 3-7 tahun setelah infeksi,dapat merusak semua jaringan rawan pada hidung dan palatum
 Sifilis Kongenital
Dapat melalui plasentaàmasuk ke peredaran darah janin

Sifilis Kongenital Dibagi Menjadi 3 :
– Sifilis kongenital Dini muncul 3 minggu setelah bayi lahir
– Sifilis kongenital lanjut terdapat pada usia > 2 th
– Stigmata sudut mulut berupa garis-garis
Penatalaksanaan:
Pengobatan
Pemantauan
Sama penatalaksanaan Gonorea
9. AIDS
– Merupakan kumpulan gejala penyakit akibat menurun sistem kekebalan tubuh secara bertahap yang disebabkan oleh infeksi Human Immunodeficiency Virus
– Dicirikan dengan timbulnya berbagai penyakit infeksi bakteri,jamur,parasit dan virus
– HIV ditemukan oleh Montagnier dkk tahun 1983
– HIV masuk tubuh manusia terutama melalui semen,sekret vagina,darah serta tranmisi dari ibu ke anak.
Gambar Virus HIV/AIDS :

3 Cara Penularan HIV
– Hubungan seksual baik secara vaginal,oral maupun anal dengan seorang pengidap,merupakan cara penularan yang umum terjadi
– Kontak langsung dengan darah,transfusi darah (resiko 90%),jarum suntik(0,5-1%),kecelakaan tertusuk jarum pada petugas kesehatan mempunyai resiko 0,5%
– Tranmisi oleh bumil pengidap HIV kepada bayinya melalui plasenta resikonya 25-40%
Pemeriksaan penunjang :
@ Cara langsung menggunakan mikroskop elektron dan deteksi antigen virus
@ Cara tidak langsung Tes elisa,western,ifa,ripa

Cara Pencegahan HIV/AIDS :
1. Pendidikan kepada kelompok yang beresiko terkena AIDS
2. Anjuran bagi pengidap HIV jangan menyumbangkan darah
3. Mengubah kebiasaan seks guna mencegah penularan
4. Skrining darah donor terhadap adanya antibodi HIV

Target MDGs s/d 2015 (www.jangkar.com) :
– Khususnya tujuan ke-6 adalah Penanganan berbagai penyakit menular terutama HIV/AIDS terancam gagal
– Menurut Depkes RI tahun 2009 estimasi terbaru mencapai 277.000 orang,angka ini diperkirakan meningkat menjadi 501.000 th 2014,karena tiap tahun meningkat sekitar 50.000 terjadi peningkatan banyak terinfeksi
– 50% penderita HIV/AIDS usia 20-25 th
– Yang terjangkau PMCT (Prevention of Mother To Child Transmision) 600 ibu positif HIV/AIDS

Cara Pencegahan PMS :
– Melakukan hub seksual dengan pasangan yang setia
– Menggunakan kondom ketika melakukan hubungan seksual
– Bila terinfeksi PMS pasangan mencari pengobatan bersama-sama
– Menghindari hubungan seksual bila ada gejala PMS misal: borok pada kelamin,keluar nanah/cairan lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

css.php