«

»

Feb 07

Cara Perawatan Organ Genitalia Eksternal Yang Benar

Merawat organ genetalia eksternal sangat jarang dilakukan, dikarenakan terkesan tabu dan jorok. Sejak kecil tidak dibiasakan membicarakannya atau mempelajarinya. Seperti yang kita ketahui penis pada laki-laki dan vagina pada perempuan yang dimiliki dalam fungsi reproduksi dan dengan mengenalnya dan mempelajarinya maka akan lebih tahu cara bagaimana merawat, menggunakan dan menjaganya dengan benar. Alat reproduksi merupakan salah satu organ tubuh yang sensitif dan perlu perawatan khusus. Pengetahuan dan perawatan yang baik merupakan faktor penentu dalam memelihara kesehatan reproduksi.
Manfaat dalam merawat organ reproduksi eksternal antara lain :
1. Menjaga vagina dan daerah sekitarnya tetap bersih dan nyaman
2. Mencegah munculnya keputihan, bau tak sedap dan gatal-gatal
3. Menjaga agar Ph vagina tetap normal (3,5-4,5)
4. Menjaga kesehatan dan kebersihan vagina.
5. Membersihkan bekas keringat dan bakteri yang ada di sekitar vulva di luar vagina.
6. Mempertahankan Ph derajat keasaman vagina normal, yaitu 3,5 sampai 4,5.
7. Mencegah rangsangan tumbuhnya jamur, bakteri, protozoa.
8. Mencegah munculnya keputihan dan virus.
9. Seharusnya cara merawat organ intim dilakukan setiap hari beberapa cara merawat organ intim pada genetalia eksternal perempuan antara lain :
10 Daerah di sekitar vagina harus dibersihkan dengan sabun yang berbahan lembut/ mild. Membersihkan organ intim wanita tidak perlu sampai kebagian dalamnya, cukup pada bagian luar permukaan vagina saja.
11 Mengeringkan daerah di sekitar vagina sebelum berpakaian. Sebab, tidak dikeringkan, akan menyebabkan celana dalam yang dipakai menjadi basah dan lembab. Selain tidak nyaman dipakai, celana basah dan lembab berpotensi adanya bakteri dan jamur
12 Tidak dianjurkan menaburkan bedak di vagina dan daerah sekitarnya. karena ada kemungkinan bedak tersebut akan mengumpul di sela-sela lipatan vagina yang sulit terjangkau tangan untuk dibersihkan dan akan adanya kuman
13. Disediakan celana dalam ganti didalam tas kemanapun pergi, hal ini menghindari kemungkinan celana dalam bila basah
14. Pakailah celana dalam dari bahan katun, karena dapat menyerap keringat dengan sempurna
15. Menghindari pemakaian celana dalam dari bahan satin ataupun bahan sintetik lainnya, karena bisa menyebabkan organ intim menjadi panas dan lembab
16. Ganti pembalut saat haid setiap mandi dan selesai buang air kecil
17. Dianjurkan untuk mengganti pembalut 4-5 kali sehari saat menstruasi, karena darah yang keluar bisa menjadi media kuman
18. Membersihkan vagina dengan air sebaiknya dilakukan dengan menggunakan shower toilet. Semprotlah pemukaan luar vagina dengan pelan dan menggosoknya dengan tangan30
19. Menurut dr.Asri,SP.OG bahwa bila menggunakan kertas tissue, anda harus hati-hati. Lendir dan air memang terserap, tapi hendaknya diingat bahwa tidak semua tisue terjamin kualitasnya. Tisue yang terbuat dari serbuk kayu ada yang tercemar jamur bila proses pembuatannya kurang baik
20. Gantilah celana dalam sekurang-kurangnya dua sampai tiga kali sehari
21.Penggunaan panty liner sebaiknya digunakan antara 2-3 jam
22. Sebaiknya tidak mengenakan celana terlalu ketat, berbahan nilon, jins, dan kulit
23. Saat cebok setelah BAB / BAK, bilas dari arah depan ke belakang. Hal ini untuk menghindari terbawanya kuman dari anus ke vagina. Kalau alergi dengan sabun cukup dibilasnya dengan air hangat.
24. Memotong / mencukur rambut kemaluan sebelum panjang secara teratur
25. Memakai handuk khusus untuk mengeringkan daerah kemaluan
26. Bilas celana dalam dengan baik setelah dicuci, dan bila celana dalam yang baru dicuci dahulu sebelum dipakai.
27. Apabila kita menggunakan WC umum, sebaiknya sebelum duduk siram dulu WC tersebut (di-flushing) terlebih dahulu baru kemudian kita gunakan
28. Jangan menggaruk-garuk didaerah organ intim
29. Menggunakan pembalut yang bersih dan berbahan lembut, yang menyerap dengan baik serta tidak membuat alergi dan merekat dengan baik pada celana dalam.
30. Saat haid kebersihan vagina selalu dijaga, terutama vulva agar terhindar dari iritasi yang dapat menimbulkan infeksi pada organ intim.
31. Sebaiknya hindari hal-hal yang merangsang fungsi seksual karena beresiko terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan dan aborsi
32. Lakukan hubungan seksual jika sudah menikah dan hanya dengan satu orang, sebab sering berganti pasangan akan menambah kemungkinan terinfeksi IMS dan HIV/AIDS31
33. Hindari hal-hal yang menyebabkan rusaknya alat-alat reproduksi dan menurunkan fungsi-fungsi organ reproduksi seperti kekerasan,pelecehan seksual serta perkosaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

css.php