Feb 16

Penyakit Menular Seksual

Pengertian PMS adalah Merupakan salah satu penyakit infeksi saluran reproduksi (ISR)yang ditularkan melalui hubungan kelamin. Kuman penyebab PMS berupa jamur,virus dan parasit. Perempuan lebih mudah terkena ISR dibanding laki-laki, disebabkan karena anatomi alat reproduksi laki-laki dengan perempuan berbeda.

Cara penularan PMS & HIV/AIDS melalui :
 Hubungan seksual yang tidak terlindungi, baik melalui vagina,anus,maupun oral
 Penularan dari ibu ke janin selama kehamilan (HIV/AIDS,herpes,sifilis) pada persalinan (HIV/AIDS,gonore,klamidia), sesudah BBL (HIV/AIDS)
 Melalui transfusi darah,suntikan atau kontak langsung dengan cairan darah/produk darah lainnya (HIV/AIDS).
MACAM-MACAM PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS)
1. GONOREA
 Penyakit infeksi yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoe
 Patogenesis
 N.Gonore menginfeksi daerah dengan mukosa epitel yang belum berkembang misal pada vagina wanita sebelum pubertas
 Umumnya penularan melalui hubungan kelamin

Gonorea Pada Pria

Manifestasi Klinik Gonorea :
 Masa inkubasi pada laki-laki antara 2-5 hari(kadang lebih lama) tetapi pada wanita masa inkubasi sulit ditentukkan karena pada umumnya asimtomatik
 Tempat masuknya kuman pada laki-laki diuretra menyebabkan uretritis
 Keluhan : rasa gatal,panas disekitar orificium uretra eksternum disuria, nyeri saat ereksi
 Pada pemeriksaanà orificium uretra eksternum merah,edema dan ektropion
 Gambaran klinis dan perjalanan penyakit pada wanita berbedaà karena perbedaan anatomi dan fisiologi alat kelamin ke-2 nya
 Pada wanita infeksi pada mulanya hanya mengenai serviks uteri,kadang2 keluhan berupa rasa nyeri pada pinggul bawah
 Pada pemeriksaanà serviks tampak merah dengan erosi dan sekret mukopurulen
Pemeriksaan Penunjang Gonorea :
 Sediaan langsungàdengan pewarnaan gram
 Kultur (pembiakan)
 Tes thomsonà menampung urine pagi dalam 2 gelas (untuk mengetahui sampai dimana infeksi sudah berlangsung)

Penatalaksanaan Gonorea adalah :
 Pengobatan pada pasangan seksual tetapnya
 Memberikan pendidikan dan penjelasan pada penderita seksual misalnya bahaya PMS,komplikasinya,pentingnya pengobatan,cara penularan PMS,hindari hubungan seks sebelum sembuh,pakai kondom jika dapat dihindari
2. TRIKOMONIASIS
– Infeksi saluran urogenital yang dapat bersifat akut/kronik yang disebabkan oleh Trichomonas Vaginalis
– Patogenisis
Trikomoniasis vaginalis menyebabkan peradangan pada dinding saluran urogenital dengan cara invasi mencapai jaringan epitel dan subepitel
Hasil pemeriksaan inspekulo trikomoniasis vaginalis

Manifestasi Klinik :
• Masa inkubasi 4 hari sampai 3 minggu
Pada wanita
Terutama mengenai dinding vagina didaerah forniks posterior
Gejala akutà cairan vagina seropurulen warna kekuningan/kuning hijau,berbau tidak enak dan berbusa,dinding vagina dikenal dengan Strawberry Appearance
Gejala kronikà lebih ringan dan sekret tidak berbusa
Pada Laki-Laki
Biasanya mengenai uretra & gambaran klinisnya lebih ringan
Gejala akutàdisuria,poliuria,sekret uretra mukopurulen,kadang-kadang pada urin terdapat benang-benang halus
Gejala Kronikà gatal pada uretra,disuria,urin keruh pada pagi hari
Pemeriksaan penunjang
Mikroskopik sediaan basahà dengan gram faal akan terlihat gerakan aktif parasit yang masih hidup
Mikroskopik sediaan apusàdipulas dengan giemsa/gram dan lebih bersifat gram negatif
Mikroskopik pembiakanàmenggunakan bermacam-macam benih yang mengandung serum
Penatalaksanaan :
Pengobatan secara topikal dan sistemik
Anjurkan terhadap pasangan sexnya untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan
Tidak berhubungan sexual selama pengobatan sebelum sembuh

3. Vaginosis Bakterialis
Etiologi: Disebabkan oleh Gardnerella vaginalis
Patogenesis :
– Belum jelas,Gardnerella vaginalis melekat pd dinding vagina
– Manifestasi Klinik :
a. Pada wanita : cairan purulen vagina ringan,melekat pd dinding vagina & berbau amis
b. Gatal,rasa terbakar serta kemerahan dan edema pada vulva
c. Pada pemeriksaan cairan purulen vagina bertambah,warna abu-abu,berbau dan jarang berbusa
d. Pada laki-laki : dapat terjadi prostatitis ringan sampai sedang, gejalanya : hematuria,disuria,polakisuria dan nokturia

4. Kandidosis Vaginalis
Penyakit jamur yang bersifat akut/subakut pada vagina dan juga vulva yang disebabkan oleh kandida albicans
Infeksi ini terjadi jika ada faktor predisposisi :
@ Faktor endogenà imunologik/penyakit genetik,umur(ortu/bayi >mudah terkena),perubahan fisiologik(kehamilan,kegemukan,penyakit kronik)
@ Faktor eksogenàkebersihan kulit,kontak dengan pasangan,penggunaan antibiotik jangka panjang,iklim,panas dan kelembaban
Gambar Penderita Kandidosis Pada Laki-laki

Manifestasi Klinik
 Gejala khas: rasa gatal,keputihan tidak berbau,warna putih keju,pada dinding vagina ada gumpalan keju yang menempel,pada vulva dan vagina terdapat radang,lesi
5. Herpes Simpleks
 Infeksi akut oleh virus herpes hominis tipe I/tipe II
 Manifestasi klinik
1. Masa inkubasi antara 3-7 hr
2. Infeksi primeràberlangsung ±3 mgg disertai gejala demam,anoreksia,pembengkakan getah bening
Tipe Herpes :
1. VHS tipe Iàdidaerah pinggang keatas terutama didaerah mulut dan hidung
2. VHS tipe IIàdaerah pinggang kebawah terutama daerah genital
# Cara hubungan sex urogenitalàmenyebabkan herpes pada genital yang disebabkan VHS tipe II & menyebabkan herpes pada mulut dan rongga mulut yang disebabkan oleh VHS tipe I
• Fase laten tidak ada gejala klinis,tetapi VHS dapat ditemukan pada keadaan tidak aktif pada ganglion dorsalis
• Penularan akibat pelepasan virus terus berlangsung meskipun sedikit
• Infeksi rekurens VHS pada ganglion dorsalis mencapai kulit sehingga menimbulkan gejala klinis, dapat dipicu oleh trauma fisik (demam,infeksi,kurang tidur,hubungan seks,ganguan psikis (emosional),menstruasi dan makanan dan minuman merangsang.
Gambar Penderita Herpes Di Daerah Mulut

Herpes Genitalis Pada Kehamilan
 Dapat menyebabkan kelainan dan kematian janin terutama bila terjadi infeksi primer pada saat kehamilan
 Kelainan pada bayiàensefalitis,keratokonjungtivitis/hepatitis, dapat juga timbul lesi pada kulit
 Persalinan sebaiknya secara SC,bila terjadi pada Trimester I abortus,trimester II terjadi prematuritas
 Penatalaksanaanàpengobatan sedini mungkin,sama pada penatalaksanaan pada Gonorea
6. Kondiloma Akuminatum
Merupakan vegetasi oleh virus papiloma humanus(VPH)
Etiologi: VPH
Manifestasi klinik: Masa inkubasi 1-8 bulan, pada laki-laki sekitar anus,glans penis,muara uretra,korpus dan pangkal penis, Pada wanita daerah vulva dan sekitarnya,introitus vagina,portio uteri, fluor albus dan kehamilanàmempercepat pertumbuhan penyakit.

Gambar Penderita Kondiloma Akuminatum Pada Anus/Dubur

7. Ulkus Moli
Penyakit infeksi pada alat kelamin yang akut, disebabkan oleh Haemophilus Ducreyi
Patogenesis : kuman masuk pada daerah yang mudah mengalami abrasi,erosi yang disebabkan oleh trauma,infeksi lain/iritasi
Manifestasi Klinik:
– Masa inkubasi 1-14 hr
– Gejala klinis yang khasà ulkus yang multipel,nyeri dan pernanahan kelenjar getah bening
– Pada laki-laki pada permukaan mukosa preputium,frenulum penis dan batang penis,dapat timbul lesi pada skrotum,uretra,perineum dan anus
– Pada wanita di labia,klitoris,vestibuli,anus dan serviks,ulkus mole pada wanita tidak senyeri pada laki-laki dan keluhan dapat berupa: disuria,nyeri waktu defekasi,dispaurenia
Gambar Hasil Inspekulo Ulkus Moli

• Komplikasi :
Dapat timbul: abses kelenjar inguinal,fistula uretra
@ Penatalaksanaan
Pengobatan sistemik dan lokal
Sama pada penatalaksanaan Gonorea

8. Sifilis
 Penyakit infeksi disebabkan oleh Treponema Pallidum dengan perjalanan penyakit yang kronis,dapat menyerang semua organ tubuh terutama sistem kardiovaskuler,otak dan susunan saraf
 Patogenesis
Penularan melalui kontak langsung dengan lesi yang mengandung treponemaàmasuk ke peredaran darah dan semua organ dalam tubuh
Perkembangan sifilisà dari satu stadium ke stadium berikutnya
• 10-90 hari (umumnya 3-4 minggu) setelah terjadi infeksi
• 1-5 minggu,timbul lesi primer dan kemudian hilang sendiri
• ± 6 minggu (2-6 minggu) terdapat kelainan kulit dan selaput lendir
Sifilis Pada Pria

Klasifikasi :
 Sifilis stadium I
3 minggu (10-90 hr) setelah infeksi timbul lesi pada tempat Treponema pallidum masuk. Lesi umumnya hanya satu lesi akan menjadi ulkus
 Sifilis stadium II
Muncul bila sifilis stadium I sembuh,waktu antara sifilis I dan II umumnya 6-8 minggu,jarang ada rasa gatal
 Sifilis stadium III
Dapat terjadi 3-7 tahun setelah infeksi,dapat merusak semua jaringan rawan pada hidung dan palatum
 Sifilis Kongenital
Dapat melalui plasentaàmasuk ke peredaran darah janin

Sifilis Kongenital Dibagi Menjadi 3 :
– Sifilis kongenital Dini muncul 3 minggu setelah bayi lahir
– Sifilis kongenital lanjut terdapat pada usia > 2 th
– Stigmata sudut mulut berupa garis-garis
Penatalaksanaan:
Pengobatan
Pemantauan
Sama penatalaksanaan Gonorea
9. AIDS
– Merupakan kumpulan gejala penyakit akibat menurun sistem kekebalan tubuh secara bertahap yang disebabkan oleh infeksi Human Immunodeficiency Virus
– Dicirikan dengan timbulnya berbagai penyakit infeksi bakteri,jamur,parasit dan virus
– HIV ditemukan oleh Montagnier dkk tahun 1983
– HIV masuk tubuh manusia terutama melalui semen,sekret vagina,darah serta tranmisi dari ibu ke anak.
Gambar Virus HIV/AIDS :

3 Cara Penularan HIV
– Hubungan seksual baik secara vaginal,oral maupun anal dengan seorang pengidap,merupakan cara penularan yang umum terjadi
– Kontak langsung dengan darah,transfusi darah (resiko 90%),jarum suntik(0,5-1%),kecelakaan tertusuk jarum pada petugas kesehatan mempunyai resiko 0,5%
– Tranmisi oleh bumil pengidap HIV kepada bayinya melalui plasenta resikonya 25-40%
Pemeriksaan penunjang :
@ Cara langsung menggunakan mikroskop elektron dan deteksi antigen virus
@ Cara tidak langsung Tes elisa,western,ifa,ripa

Cara Pencegahan HIV/AIDS :
1. Pendidikan kepada kelompok yang beresiko terkena AIDS
2. Anjuran bagi pengidap HIV jangan menyumbangkan darah
3. Mengubah kebiasaan seks guna mencegah penularan
4. Skrining darah donor terhadap adanya antibodi HIV

Target MDGs s/d 2015 (www.jangkar.com) :
– Khususnya tujuan ke-6 adalah Penanganan berbagai penyakit menular terutama HIV/AIDS terancam gagal
– Menurut Depkes RI tahun 2009 estimasi terbaru mencapai 277.000 orang,angka ini diperkirakan meningkat menjadi 501.000 th 2014,karena tiap tahun meningkat sekitar 50.000 terjadi peningkatan banyak terinfeksi
– 50% penderita HIV/AIDS usia 20-25 th
– Yang terjangkau PMCT (Prevention of Mother To Child Transmision) 600 ibu positif HIV/AIDS

Cara Pencegahan PMS :
– Melakukan hub seksual dengan pasangan yang setia
– Menggunakan kondom ketika melakukan hubungan seksual
– Bila terinfeksi PMS pasangan mencari pengobatan bersama-sama
– Menghindari hubungan seksual bila ada gejala PMS misal: borok pada kelamin,keluar nanah/cairan lainnya

Feb 16

Lotus Birth

Lotus birth atau nonseverance umbilical adalah tali pusat yang tidak dipotong, membiarkan tali pusat yang tidak diklem dan lahir secara utuh dan dibiarkan sampai puput.
Sejarah Lotus Birth dulu lotus birth nama seorang wanita lengkapnya Clair Lotus Day yang pada tahun 1974 menjadi hamil dan mulai mempertanyakan penjepitan dan pemotongan tali pusat.Juga disebut nonseverance umbilical karena bayi dan plasenta diperlakukan satu unit karena semua berasal dari sumber yang sama (sel telur dan sperma). Jadi lotus birth menggabungkan nilai-nilai martabat, fisiologi gembira atau obat bebas berkerja, integritas seksual dan hormat, penerimaan lembut bayi ke dada ibu pada kelahiran.
Istilah Lotus Birth ini mengacu meninggalkan anak utuh sebagai anak suci.
Alasannya :
1. Tidak ada keengganan memotong tali pusatnya
2. Sebuah transmisi lembut untuk bayi
3. Menghormati bayi dan plasenta
4. 100% menjamin bahwa bayi mendapatkan volume darah
5. Mendorong ibu untuk lebih perhatian pada bayinya
6. Meminimalkan bayi untuk disentuh oleh pengunjung
7. Alasan rohani/ emosional
8. Tradisi atau budaya
Dari semua tentang lotus birth dikhususkan hanya untuk persalinan normal, dan mungkin semua bidan belum bisa mempraktekkan semua, karena cara ini seorang bidan harus melalui pelatihan khusus. Dan semua tentang lotus birth perlu dilakukan penelitian yang lebih lanjut. (Hasil seminar tentang Lotus Birth)

Image

Peran Teman Sebaya Dalam Perawatan Organ Genitalia Eksternal Pada Anak Usia 10-11Tahun Yang Mengalami Menarche Dini

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRQ67dIvcCLtbYWzhaCkwExxnNcTUGZeUGSGCb0fybuNQk9jlOShU-k6FfA. Menurut Collins dan Loursen bahwa anak remaja cenderung lebih terbuka dalam menyelesaikan masalah dengan kelompoknya, hal ini adanya konflik yang dianut anak remaja dengan keluarga. Namun dalam hal perawatan organ genitalia eksternal anak cenderung merasa minder dengan teman sebayanya, karena ada banyak yang pada usia 10-11 tahun kadang yang belum mengalami menstruasi, sehingga kadang anak yang sudah menstruasi menutupinya. Selain itu sesuai dengan ciri-ciri perkembangan sosial dan emosional pada anak yang duduk di kelas V bahwa anak usia ini mempunyai sifat menyukai kegiatan kelompok dan loyal terhadap kelompoknya. Dan teman sebaya kadangkala menjadi salah satu sumber informasi yang signifikan dalam membentuk pengetahuan, bahkan bisa menimbulkan dampak dan informasi yang salah terutama mengenai cara perawatan organ genetalia eksternal. Namun menurut penelitian responden usia 10-11 tahun banyak didukung teman sebaya tetapi praktiknya masih banyak yang kurang dalam perawatan organ genitalia eksternalnya. Disini banyak teman sebaya responden memberikan saran tentang cara merawat alat kelamin, pernah membahas tentang pergaulan bebas pada masa sekarang, pernah membahas cara memasang pembalut (softex) yang benar, dengan teman seumuran berdiskusi tentang pentingnya cara merawat alat kelamin, kemudian teman seumuran banyak yang mengatakan bahwa menjaga alat kelamin agar terhindar penyakit alat kelamin. Namun tetap kurang praktik perawatan organ genitalia eksternal. Sehingga diketahui bahwa responden masih merasa malu, minder dan tertutup bila membahas secara lengkap tentang perawatan organ genitalia eksternal ini terutama cara merawat organ genitalia saat menstruasi, karena masih banyak teman sebayanya yang belum mengalami menstruasi di usia antara 10-11 tahun.

Feb 07

Cara Perawatan Organ Genitalia Eksternal Yang Benar

Merawat organ genetalia eksternal sangat jarang dilakukan, dikarenakan terkesan tabu dan jorok. Sejak kecil tidak dibiasakan membicarakannya atau mempelajarinya. Seperti yang kita ketahui penis pada laki-laki dan vagina pada perempuan yang dimiliki dalam fungsi reproduksi dan dengan mengenalnya dan mempelajarinya maka akan lebih tahu cara bagaimana merawat, menggunakan dan menjaganya dengan benar. Alat reproduksi merupakan salah satu organ tubuh yang sensitif dan perlu perawatan khusus. Pengetahuan dan perawatan yang baik merupakan faktor penentu dalam memelihara kesehatan reproduksi.
Manfaat dalam merawat organ reproduksi eksternal antara lain :
1. Menjaga vagina dan daerah sekitarnya tetap bersih dan nyaman
2. Mencegah munculnya keputihan, bau tak sedap dan gatal-gatal
3. Menjaga agar Ph vagina tetap normal (3,5-4,5)
4. Menjaga kesehatan dan kebersihan vagina.
5. Membersihkan bekas keringat dan bakteri yang ada di sekitar vulva di luar vagina.
6. Mempertahankan Ph derajat keasaman vagina normal, yaitu 3,5 sampai 4,5.
7. Mencegah rangsangan tumbuhnya jamur, bakteri, protozoa.
8. Mencegah munculnya keputihan dan virus.
9. Seharusnya cara merawat organ intim dilakukan setiap hari beberapa cara merawat organ intim pada genetalia eksternal perempuan antara lain :
10 Daerah di sekitar vagina harus dibersihkan dengan sabun yang berbahan lembut/ mild. Membersihkan organ intim wanita tidak perlu sampai kebagian dalamnya, cukup pada bagian luar permukaan vagina saja.
11 Mengeringkan daerah di sekitar vagina sebelum berpakaian. Sebab, tidak dikeringkan, akan menyebabkan celana dalam yang dipakai menjadi basah dan lembab. Selain tidak nyaman dipakai, celana basah dan lembab berpotensi adanya bakteri dan jamur
12 Tidak dianjurkan menaburkan bedak di vagina dan daerah sekitarnya. karena ada kemungkinan bedak tersebut akan mengumpul di sela-sela lipatan vagina yang sulit terjangkau tangan untuk dibersihkan dan akan adanya kuman
13. Disediakan celana dalam ganti didalam tas kemanapun pergi, hal ini menghindari kemungkinan celana dalam bila basah
14. Pakailah celana dalam dari bahan katun, karena dapat menyerap keringat dengan sempurna
15. Menghindari pemakaian celana dalam dari bahan satin ataupun bahan sintetik lainnya, karena bisa menyebabkan organ intim menjadi panas dan lembab
16. Ganti pembalut saat haid setiap mandi dan selesai buang air kecil
17. Dianjurkan untuk mengganti pembalut 4-5 kali sehari saat menstruasi, karena darah yang keluar bisa menjadi media kuman
18. Membersihkan vagina dengan air sebaiknya dilakukan dengan menggunakan shower toilet. Semprotlah pemukaan luar vagina dengan pelan dan menggosoknya dengan tangan30
19. Menurut dr.Asri,SP.OG bahwa bila menggunakan kertas tissue, anda harus hati-hati. Lendir dan air memang terserap, tapi hendaknya diingat bahwa tidak semua tisue terjamin kualitasnya. Tisue yang terbuat dari serbuk kayu ada yang tercemar jamur bila proses pembuatannya kurang baik
20. Gantilah celana dalam sekurang-kurangnya dua sampai tiga kali sehari
21.Penggunaan panty liner sebaiknya digunakan antara 2-3 jam
22. Sebaiknya tidak mengenakan celana terlalu ketat, berbahan nilon, jins, dan kulit
23. Saat cebok setelah BAB / BAK, bilas dari arah depan ke belakang. Hal ini untuk menghindari terbawanya kuman dari anus ke vagina. Kalau alergi dengan sabun cukup dibilasnya dengan air hangat.
24. Memotong / mencukur rambut kemaluan sebelum panjang secara teratur
25. Memakai handuk khusus untuk mengeringkan daerah kemaluan
26. Bilas celana dalam dengan baik setelah dicuci, dan bila celana dalam yang baru dicuci dahulu sebelum dipakai.
27. Apabila kita menggunakan WC umum, sebaiknya sebelum duduk siram dulu WC tersebut (di-flushing) terlebih dahulu baru kemudian kita gunakan
28. Jangan menggaruk-garuk didaerah organ intim
29. Menggunakan pembalut yang bersih dan berbahan lembut, yang menyerap dengan baik serta tidak membuat alergi dan merekat dengan baik pada celana dalam.
30. Saat haid kebersihan vagina selalu dijaga, terutama vulva agar terhindar dari iritasi yang dapat menimbulkan infeksi pada organ intim.
31. Sebaiknya hindari hal-hal yang merangsang fungsi seksual karena beresiko terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan dan aborsi
32. Lakukan hubungan seksual jika sudah menikah dan hanya dengan satu orang, sebab sering berganti pasangan akan menambah kemungkinan terinfeksi IMS dan HIV/AIDS31
33. Hindari hal-hal yang menyebabkan rusaknya alat-alat reproduksi dan menurunkan fungsi-fungsi organ reproduksi seperti kekerasan,pelecehan seksual serta perkosaan.

Feb 03

Peran Orang Tua Dalam Perawatan Organ Genitalia Eksternal Pada Anak Yang Mengalami Menarche Dini

Pubertas yang lebih awal ini bisa merupakan bagian dari variasi perkembangan normal seseorang1. Pubertas merupakan suatu proses yang alamiah dan pasti dialami oleh semua manusia dimana terjadi perubahan fisik dari tubuh anak-anak menjadi bertubuh layaknya orang dewasa dan telah memiliki kemampuan bereproduksi. Proses ini juga menandai peningkatan kematangan psikologis manusia secara sosial yang disebut telah menjadi seseorang remaja. Pada anak perempuan pubertas ditandai salah satunya menstruasi yang disebut menarche.Berdasarkan survai kesehatan 62% perempuan di Indonesia mengalami infeksi vagina seperti flour albus, vaginitis, endometritis, dan servisitis. Selain itu penyakit vulvovaginitis merupakan masalah reproduksi yang paling sering terjadi pada masa kanak – kanak. Anak perempuan mempunyai kerentanan yang tinggi terhadap infeksi karena mukosa vagina yang atrofi dan tipis (kekurangan stimulasi estrogen), tercemar oleh feces (higiene yang buruk), dan mekanisme imunitas vagina yang relatif terganggu. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Semarang bidang P2P pada tahun 2009 anak usia <10 tahun ditemukan 30 anak (9,7%) dari 308 kasus penyakit candidiasis, 3 anak (2,4%) dari 125 kasus penyakit vaginitis bakterial, dan 1 anak (11,1%) dari 9 kasus penyakit trichomonas vaginalis.Dilihat dari data dan permasalahan diatas sebenarnya masa depan sangat tergantung pada kondisi sehat tidaknya salah satunya adalah pada organ reproduksi wanita. Namun bila perubahan secara cepat dan mendadak terutama berkaitan dengan organ reproduksinya menjadikan seorang anak perempuan tidak selalu mampu bersikap secara tepat terhadap organ reproduksinya.Orang tua merupakan orang terdekat bagi anak untuk melakukan komunikasi, dan orang tua juga merupakan pendidik utama, pendidik yang pertama dan yang terakhir bagi anaknya. Agar anak tidak mendapatkan informasi yang keliru mengenai kesehatan reproduksi maka peran orang tua (ibu) sangat diharapkan.Setelah dilakukan penelitian ternyata bahwa peran orang tua untuk anaknya yang baru mengalami menarche dini diusia 10 tahun mempunyai peluang besar untuk melakukan praktik yang baik dalam perawatan organ genitalia eksternal dibandingkan dengan responden yang menyatakan tidak pernah mendapatkan informasi dari orang tuanya tentang cara perawatan organ genitalia eksternal.

css.php